Rektor IAIN Jember Bagi Sembako di Pesantren

Home >Berita >Rektor IAIN Jember Bagi Sembako di Pesantren
Rektor IAIN Jember Bagi Sembako di Pesantren
Preview

HUMAS – Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto mengajak elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap warga terdampak pandemi Covid-19. Khususnya warga masyarakat kelas bawah yang kehilangan mata pencaharian. Pasalnya, banyak dari mereka yang tertekan karena tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Corona dampaknya tidak hanya memakan korban jiwa, tapi dampak ekonomi yang ditimbulkan juga dahsyat. Kalau tidak ada bantuan untuk mereka dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan sosial. Misalnya melakukan perbuatan melanggar hukum demi mempertahankan hidupnya,” ujar Babun di sela-sela acara gerakan filantropi berupa pembagian sembako di Pesantren Raudlatul Ulum, Dusun Krajan 1, Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo, Jember, Ahad (26/7/2020).

Kegiatan sosial pembagian sembako itu dilakukan bersama beberapa pihak terkait. Selain IAIN Jember turut berpartisipasi sejumlah lembaga, antara lain Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jember, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jember, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember.

Babun juga berpesan kepada seluruh warga masyarakat supaya hidup hemat. Sebab, dia mengkhawatirkan kalau pandemi Covid-19 tak kunjung reda dikhawatirkan akan berdampak pada terjadinya resesi ekonomi. Bahkan, dua negara di Asia, Singapura dan Korea Selatan saat ini sudah mengalami resesi ekonomi. “Bisa jadi resesi ini akan meluas ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. Makanya kita harus membiasakan diri hidup hemat,’’ pesannya.

Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) itu lalu mengutip pernyataan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti. Menurutnya, hampir semua negara pada tahun ini bakal mengalami resesi ekonomi, termasuk Indonesia. Beberapa lembaga internasional bahkan sudah memprediksi ekonomi global akan terkontraksi pada kisaran 5 persen sampai 8 persen.

Resesi terjadi akibat adanya kekhawatiran gelombang kedua penularan Covid-19. Di samping itu tingginya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta tensi politik domestik dan social unrest di AS juga menjadi bagian dari pemicu resesi. “Karena itu saya mengajak berbagai elemen masyarakat untuk melakukan gerakan filantropi di pedesaan,” imbaunya.

Selain itu, Babun juga meminta seluruh pimpinan PTKIN se-Indonesia selalu melakukan karya nyata di tengah-tengah masyarakat. Terutama melalui aksi kemanusiaan dan praktik ekonomi dengan menggunakan pijakan ekonomi syariah yang anti riba dan bebas renternir. “Kita harus berani memulai bertransaksi sesuai pijakan syariah,” pungkasnya. (Humas/Choliq)


Tag :

Diposting Pada : 26 Juli 2020, 20:29 | Oleh : Admin
Dilihat : 563