Wisuda Terakhir IAIN, Prof Babun Ingatkan Empat Pilar KH Achmad Siddiq.
Humas- Institut Agama Islam Negeri Jember melaksanakan wisuda terakhir karena wisuda selanjutnya IAIN Jember sudah berganti nama dengan UIN KH. Achmad Siddiq. "Pada hari ini Senin 21/12/20 kita bisa berkumpul di gedung GKT lantai III dalam acara wisuda sarjana, magister dan program doktor yang terakhir dalam tahun 2020 dan terakhir pula di IAIN Jember." Ungkap Wakil Rektor I, Prof Miftah Arifin.
Sudah tiga kali dalam sebulan ini IAIN Jember menggelar wisuda secara daring. Prof Miftah dalam laporannya menyampaikan bawa jumlah wisudawan hari ini 244 wisudawan, sebanyak 197 dari Program Sarjana S1, 37 orang dari Program Magister (S2) dan sebanyak 10 orang dari program Doktor (S3).
Wisudawan terbaik program S1 yakni Amelia Vikri Laili dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Program S2 yakni Akhmad Husaini dari Program Studi Hukum Keluarga. Sedangkan program S3 dari Manajemen Pendidikan Islam yaitu Lailatul Usriyah. Ketiga wisudawan terbaik tersebut berasal dari Banyuwangi. Dan selanjutnya 3 wisudawan terbaik diberi penghargaan oleh Rektor IAIN Jember.
Dalam sambutannya, Prof Babun Suharto berharap kepada alumni dan ketua umum untuk selalu melakukan komunikasi kepada alumni. dan alumni harus aktif menyampaikan apa yang telah dicapai setelah lulus dari kampus.
“Empat Pilar nilai-nilai keagamaan yang selalu digaungkan oleh KH. Achmad Siddiq yang pertama, yaitu untuk senantiasa melaksanakan sholat berjamaah, para alumni diharapkan untuk selalu memakmurkan masjid ataupun mushola, kedua, diharapkan agar senantiasa membaca Al-Qur’an, yang ketiga untuk senantiasa membaca sholawat agar selamat dunia akhirat dan yang keempat untuk selalu menghindari dari sifat Dholim,” kata Prof Babun.
“Selain itu nilai –nilai kebangsaan yang identik dengan PBNU (Pancasila, Bhineka tunggal Ika, NKRI, UUD 1945) inilah harapan kita agar alumni senantiasa cinta PBNU. Banyak kelompok-kelompok yang saat ini bergelimang dia tidak bahwa mereka tidur, makan di Negara Indonesia akan tetapi mereka sering memberikan statemen anti pancasila, anti Indonesia. Inilah yang harus disadarkan kepada alumni IAIN Jember. Bersama-sama insyaAllah Indonesia akan kokoh, Indonesia akan lebih baik, Indonesia akan lebih maju,” tambahnya.
Sebelum menutup sambutannya, Prof Babun menyampaikan selamat dan permohonan maaf kepada para wali mahasiswa. "Saya ucapkan selamat kepada para wisudawan dan kami serahkan sepenuhnya kepada orang tua. Inilah yang bisa diberikan kepada orang tua wali dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang tua wali karena tidak bisa memberikan tempat untuk wisada hari karena kondisi yang tidak memungkinkan ada protokol kesehatan yang harus kita patuhi dan kita jaga," tutupnya.
Sementara Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama oleh Prof Suyitno Dalam sambutannya secara daring berpesan untuk selalu bersyukur dan berterima kasih kepada orang tua dan kepada guru yang telah mengantarkan sampai jenjang mahasiswa.
“Tantangan bagi alumni dimanapun sama yaitu tentang dunia kerja dan dengan bermodal KIP (Karakter, enterpreneur dan Pintar) agar tetap bisa berkiprah di tengah-tengah masyarakat” ujarnya.
Apalagi lanjut dia, sosok ulama nasional KH. Achmad Siddiq yang menginspirasi yang menjadikan karakter merupakan keharusan dan bisa dipastikan IAIN Jember telah selesai kompetensi karakter.
“Jadilah kalian sebagai alumni yang memiliki karakter, memiliki Intelek yang pintar yang bisa mengayomi,” Tambahnya di akhir sambutannya.
Ada yang mengharukan dalam wisuda kali ini. Salah satu wisudawan bernama M. Ali Rosyadi (alm) telah menyelesaikan studi S2 Pendidikan Bahasa Arab yang digantikan oleh istrinya karena mendiang telah wafat. sang isteri maju dengan membawa foto mendiang suaminya. Rasa haru, sedih menyelimuti ruangan wisuda. (Humas/Naimah)
Tag :
