Tadris Bahasa Inggris IAIN Jember Jalin Kolaborasi Pembelajaran Daring Internasional

HUMAS- Untuk memperkuat kapasitas keilmuan mahasiswa dibidang komunikasi antar budaya, Prodi Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, menjalin kerjasama secara online dengan Teaching English as a Foreign Language (TEFL) Program UCA.
Melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran secara daring, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman secara langsung berkomunikasi dengan mahasiswa dari belahan dunia lainnya tanpa harus berkunjung ke negara tersebut.
Menurut Dosen Tadris Bahasa Inggris Sandi Ferdiansyah, kerjasama tersebut merupakan bagian dari proyek matakuliah Intercultural Communication. “Jadi di dalam mata kuliah tersebut, ada tiga tujuan utama. Pertama, mahasiswa dapat membangun kompetensi dibidang Technology Enhanced Language Learning (TELL). Kedua, mereka dapat meningkatkan kompetensi komunikasi antar budaya. Dan Ketiga, mereka dapat menjalin persahabatan dengan teman dari Nicaragua,” jelas Sandi.
Kata Sandi, dalam program tersebut menekankan pada pentingnya membangun kesadaran komunikasi antar budaya kepada semua partisipan. “Misalnya, tidak mengeneralisir budaya atau tradisi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu dari satu sumber atau media, karena hal tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman,” paparnya.
Sandi menambahkan, untuk narasumber juga berasa dari Dosen TEFL Universidad Centro Americana (UCA) Kenia Obando Flores. Dia akan memberikan pengantar tentang integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa, atau yang biasa dikenal dengan konsep Technological – Pedagogical and Content Knowledge (TPACK), yang dimediasi melalui platform pembelajaran online EDMODO.
“Ada 14 mahasiswa dari TBI IAIN Jember yang terpilih dalam program tersebut, dan 14 orang mahasiswa dari TEFL UCA. Selama tiga bulan sejak 16 Maret hingga 15 Mei 2020 mereka akan membuat Intercultural digital storytelling (sebuah cerita digital antar budaya) secara kolaborasi. 2 mahasiswa dari masing – masing perguruan tinggi akan berpasangan memilih tema cerita, mengembangkan cerita, dan mengubah cerita secara digital,” tambahnya.
Adapun tema cerita yang mereka pilih berkisar antara persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran Bahasa Inggris, menjadi guru bahasa Inggris dalam konteks bahasa asing, dan kesadaran lintas budaya. “Meski tantangan perbedaan waktu 13 jam antara Indonesia dan Nicaragua, salah satu peserta dari TBI menyambut antusias program tersebut. Dia mengatakan senang sekali terpilih karena program kerjasama tersebut menarik baginya. Selain dia dapat belajar bahasa Inggris dan budaya masyarakat di Nicaragua, dia juga dapat mengenalkan keragaman budaya yang ada di Indonesia kepada teman barunya dari Nicaragua,” tutup Sandi. (Ahmad Winarno/ Sandi Ferdiansyah/ Humas IAIN Jember)
Tag :
