Studium Generale: Fakultas Dakwah Harus Bersinergi dengan Pemerinta Daerah

IAIN Jember - Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa memberikan arahan kepada pihak kampus IAIN Jember, khususnya kepada fakultas Dakwah untuk ikut terlibat dan mengambil perannya dalam melakukan pemberdayaan masyarakat Jawa Timur.
Arahan ini dinilai oleh Khofifah sangat bersinergi dengan langkah-langkah pemerintahan daerah tingakat kabupaten maupun tingkat provinsi yang memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat. Demikian disampaikan oleh Khofifah pada kesempatan Studium Generale yang digelar oleh Fakultas Dakwah IAIN Jember di Gedung Kuliah Terpadu Lt. III, Selasa (4/9).
Khofifah menambahkan penurunan angka kemiskinan pedesaan di Jawa Timur harus dilakukan apalagi data terakhir angka kemiskinan pedesaan di Jawa Timur mencapai 15,13 persen memberikan petunjuk bahwa angka ini jauh dibawah angka kemiskinan nasional sebesar 9,82 persen. "Khusus di Jawa Timur, angka kemiskinan pedesaan tertinggi berada di Kabupaten Malang, kemudian Kabupaten Jember menduduki peringkat kedua, dan urutan ketiga ada Kabupaten Sampang, sehingga perlu upaya mengurangi kemiskinan itu," Jelasnya.
Menurut Khofifah tingginya angka kemiskinan ini beriringan dengan tingginya pernikahan usia dini, anak-anak putus sekolah di tingkat SMP, tingginya angka kematian ibu (AKI), tingginya angka kematian bayi (AKB) yang sering berkelindan di Jatim. Khofifah juga menyinggung tentang fenomena generasi milenial atau sering disebut sebagai generasi Z yang memiliki kecenderungan sebagai generasi milenial yang masih kurang terhadap adanya toleransi dalam beragama, Khofifah melihat persoalan ini dengan mendasarkan atas hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh kampus UIN Syarif Hidayatullah.
Karenanya, permasalahan yang dihadapi saat ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk tanggung jawab kampus IAIN Jember, khususnya lagi bagi fakultas Dakwah. Baginya pengembangan masyarakat harus mengarah pada upaya penyelesaian masalah social, dengan begitu fakultas Dakwah harus berfikir bagaimana syiar yang harus dilakukan kepada masyarakat dengan dakwah Islam mampu menjadi salah satu upaya penyelesaian persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Jawa Timur. “Santri fakultas dakwah harus ikut mengembangkan kegiatan dakwah di tengah masyarakat, karenanya, selain dakwah bil lisan, dakwah juga dapat dilakukan dengan dakwah bil mal, yakni dengan mengetuk masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi supaya peduli kepada yang lain melalui zakatnya”. Beber Khofifah.
Rektor IAIN Jember, Prof, Dr. H. Babun Suharto, SE., MM mengaku senang dan merasa terhormat atas kehadiran Hj. Khofifah pada kesempatan Studium Generale yang digelar oleh Fakultas Dakwah IAIN Jember ini, Babun mengharap banyak agar kesempatan stadium generale ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa fakultas Dakwah khususnya untuk menimba pengetahuan kepada ibu Khofifah yang dinilai memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman sehingga kedepan terjadi sinergitas antara alumni fakultas Dakwah dengan pemerintah daerah.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Dekan Fakultas Dakwah IAIN Jember, Dr. Ahidul Asror, M.Ag. Menurutnya kehadiran ibu Hj. Khofifah pada kesempatan Studium Generale ini merupakan medium yang sangat strategis untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi Mahasiswa dan Dosen Fakultas Dakwah IAIN Jember. (Minan Jauhari)
Tag :
