Rektor Terperangah, Salah Satu Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Dijuluki 'Mas Timor' oleh Kades Netpala

Home >Berita >Rektor Terperangah, Salah Satu Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Dijuluki 'Mas Timor' oleh Kades Netpala
Rektor Terperangah, Salah Satu Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Dijuluki 'Mas Timor' oleh Kades Netpala
Preview

Humas - Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq UIN KHAS Jember, Prof. Dr.  Babun Suharto, nampak terperangah setelah mendengar mahasiswanya dipanggil dengan sebutan 'Mas Timor' oleh Kepala Desa Netpala, Djetron G.E Mnune, di Kantornya pada Rabu, 26 Juli 2023.

Peristiwa unik itu terjadi persis ketika Rektor bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan kelima fakultas mengunjungi salah satu dari enam Mahasiswa UIN HAS Jember yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama, di Desa tersebut.

Keterangan: Rektor bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama kelima fakultas, dan Kepala Unit Pengembangan Bahasa UIN KHAS Jember saat melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan KKN Moderasi Beragama, di Desa Netpala, Nusa Tenggara Timur. Rabu, 26 Juli 2023. (Foto: Humas/Istimewa)

Mas Timor yang dimaksud itu adalah Ahmad Sahil Arwani, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab, dan Humaniora itu dipandang cakap dan cepat dalam beradaptasi dengan masyarakat Desa Netpala, Kecamatan Mollo Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pada hari pertama Sahil, panggilan akrab Ahmad Sahil Arwani, menginjakkan kaki di Desa Netpala. Djetron menceritakan, mahasiswa asal kelahiran Lamongan Jawa Timur itu tak segan mencoba ‘Pua’ atau menginang sebagai ritual harian orang Timor.

Meski terlihat mudah, menginang bagi sebagian orang bukan hal yang gampang disukai. Berbeda dengan Sahil, ia justru nampak tidak canggung mengunyah ‘Pua’ yang terbuat  dari Daun Sirih, Kapur, Pinang Muda, dan Tembakau. Karena itu, Djetron memanggil Sahil dengan sebutan 'Mas Timor" di depan rektor bersama rombongan dari UIN KHAS Jember saat beramah tamah. 

"Kesini Mas Timor," ucap Djetron memanggil Sahil meminta bantuan.

Selain menginang, Sahil juga disebut kerap mengunjungi tokoh masyarakat di Desa dengan penduduk mayoritas beragama Katolik itu.

Disadari Djetron, menginang efektif sebagai media membangun keakraban antara mahasiswa UIN KHAS Jember dengan warganya. Sebab, tradisi tersebut terbalut makna filosofis, yang salah satunya melambangkan suasana keakraban dan persaudaraan.

“Menginang itu lambang persaudaraan dan keakraban,” tegas pria yang dikenal Kades berprestasi di Provinsi NTT itu.

Sementara itu, Sahil menyampaikan, KKN Moderasi Beragama yang diembannya merupakan amanah tridharma perguruan tingi yang harus ditunaikan.  Di samping sebagai tugas, keberadaannya di Desa yang berjarak 130 KM dari IAKN Kupang itu strategis menjadi bahan penelitian skripsi nanti.

“Saya harus menuntaskan KKN ini, syukur-syukur jadi bahan penelitian skripsi nanti,” tutupnya sembari melempar senyum.

Untuk diketahui, Rektor bersama rombongan yang terdiri, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama kelima fakultas dan Unit Pengembangan Bahasa UIN KHAS Jember itu dalam rangka monitoring dan evaluasi pagelaran KKN bertema Moderasi Beragama tahun 2023.

Kegiatan yang diberi nama KKN Merah Putih ini, merupakan program Kementerian Agama Republik Indonesia dengan melibatkan ratusan mahasiswa dari 58 PTKIN se Indonesia, dan 6 di antaranya dari UIN KHAS Jember.


Tag :

Diposting Pada : 26 Juli 2023, 16:59 | Oleh : Admin
Dilihat : 8919