Prof Babun Raih Jawa Pos Radar Jember Award 2019
HUMAS - Rektor IAIN Jember Prof. Dr. H. Babun Soeharto, SE, MM, meraih penghargaan Jawa Pos Radar Jember Award 2019. Penghargaan untuk kategori Pendidikan itu diserahkan Sabtu malam (16/11/2019) di Hotel Aston Jember. Babun menyisihkan empat kandidat lain yang juga dinominasikan di kategori pendidikan. Masing-masing Rektor Universitas Jember Drs. Moh. Hasan, M.Sc; Rektor Universitas Terbuka Jember Prof. Dr. Moh. Imam Farisi, M.Pd; Rektor Universitas Muhammadiyah Jember Dr. Ir. M. Hasmi, DESS; dan Direktur Polije Saiful Anwar S.TP, MP.
“Alhamdulillah, penghargaan ini tidak untuk saya, tapi untuk seluruh civitas akademika IAIN Jember. Karena tanpa kerja keras dan kekompakan dari semua komponen yang ada, tentu kampus kita tidak akan bisa berkembang seperti sekarang,” ungkap Babun singkat menanggapi penghargaan yang diterimanya.
Award itu diberikan oleh media massa terpercaya karena Babun dinilai sebagai sosok pahlawan inspiratif yang cukup sukses dalam memimpin IAIN Jember. Terutama terkait dengan sepak terjangnya dalam mengubah status lembaga dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Bahkan, kini sedang berproses beralih status menjadi UIN (Universitas Islam Jember) dengan menyiapkan nama KH Achmad Shidiq.
Tak hanya itu, Babun juga dikenal sebagai rektor yang sangat aktif dalam melobi pejabat pusat untuk mendapatkan anggaran pembangunan fisik maupun non fisik. Sehingga setiap tahun pembangunan gedung-gedung perkuliahan, laboratorium, stadion maupun fasilitas yang lain terus berjalan. Tahun 2019 ini saja ada tiga gedung yang dibangun dan akhir tahun ini akan selesai. Masing-masing gedung Fakultas Dakwah, Fakultas Syariah dan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH).
Selain itu, guru besar ilmu manajemen ini juga banyak mengupayakan beasiswa untuk mahasiswanya. Ada banyak jenis beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa IAIN Jember, mulai dari program strata satu hingga program doktoral. “Dari Pemkab Jember saja, beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa kita jumlahnya seribu lebih, belum lagi dari instansi lain maupun dari internal kita (IAIN Jember),” tambah Babun.
Sementara itu, upaya menyiapkan perubahan status dari IAIN menjadi UIN, kini terus dilakukan. Khususnya terkait dengan persyaratan yang diminta oleh Kementerian Pendidikan. Selain jumlah guru besar, perbandingan tenaga pengajar dengan mahasiswa dan fasilitas perkuliahan yang sudah memenuhi syarat, kekurangan yang lain sedang dalam pembenahan. Khususnya terkait dengan akreditasi institut dan program studi.
“Termasuk menyiapkan SDM yang handal supaya IAIN Jember tidak kalah bersaing dengan perguruan tinggi lain. Terutama dalam menghadapi era industri 4.0,” tambah Babun. (Choliq)
Tag :
