Penyelamatan Naskah Kuno, Perpustakaan Lakukan bimbingan Soft Skill melalui Workshop Filologi

Home >Berita >Penyelamatan Naskah Kuno, Perpustakaan Lakukan bimbingan Soft Skill melalui Workshop Filologi
Penyelamatan Naskah Kuno, Perpustakaan Lakukan bimbingan Soft Skill melalui Workshop Filologi
Preview

IAIN Jember- Ada kegelisahan sebagian pengguna perpustakaan ketika sedang mengkaji Islam di Indonesia berbasis naskah kuno. Salah satu kegelisahan itu adalah ketidaktersediaan sumber informasi tentang naskah kuno Nusantara di perpustakaan PTKIN. Demikian disampaikan oleh Kasi Penelitian dan Pengelolaan HKI Subdit Penelitian dan PkM, Direktorat PTKI Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI Mahrus el-Mawa pada Workshop Filologi sebagai Soft Skill Pustakawan yang diselenggarakan oleh Pusat Perpustakaan IAIN Jember, di Banyuwangi (28-29/07)

Menurut Mahrus, bahwa Informasi naskah kuno yang paling sederhana ini melalui katalog naskah kuno. Disampaikan oleh mahrus bahwa di Indonesia, katalog naskah kuno ini sudah ada sejak tahun 1950 oleh Poerbatjaraka, Voorhoeve, dan Hoykaas dengan titel Indonesische Handschriften hingga saat ini. Katalog naskah Nusantara itu memuat informasi asal usul naskah, isi naskah, dst.

Karenanya menurut Mahrus sudah seharusnya perpustakaan PTKIN menyediakan naskah-naskah kuno, sekalipun dalam bentuk digital. Hal ini perlu dilakukan sebagai bentuk dari upaya penyelamatan naskah kuno itu melalui program digitalisasi. Dalam konteks itulah filologi Nusantara penting untuk menjadi alat bantu dalam pengembangan perpustakaan PTKIN.

“filologi bukanlah ilmu baru di lingkungan PTKIN. Sebagai mata kuliah, filologi atau studi naskah kuno diajarkan pada Jurusan/Program Studi Sejarah  kebudayaan/ Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora. Hanya saja, kajian Islam berbasis filologi masih dapat dihitung dengan jari”. Ungkap Mahrus.

Karena itu, bagi mahrus sangat wajar juga jika pihak perpustakaan hingga saat ini masih belum ada koleksi khusus tentang hal itu. Sebagai saran, Pengalaman kecil di Pusat Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui layanan khusus Cirebonese Corner dapat menjadi pintu awal pengembangan kajian ini.

Kepala Perpustakaan IAIN Jember Alfisah, M.Si menegaskan bahwa workshop filologi ini sangatlah dibutuhkan terutama bagi pustakawan dan juga bagi akademisi lainnya di kampus IAIN Jember. Baginya keberadaan naskah kuno adalah penting untuk kepentingan pengembangan pengetahuan dilingkungan IAIN Jember, karenanya bagaimana bisa menjaga sebagai bahan kajian adalah penting bagi perpustakaan. “Langkah ini sejalan dengan visi kampus IAIN Jember yakni sebagai pusat kajian dan pengembangan Islam Nusantara. Tentu keberadaan perpustakaan didalamnya harus ikut serta menjaga naskah Kuno sehingga naskah itu keberadannya dapat terbaca oleh kalangan akdemisi.

Sementara, Workshop Filologi sebagai Soft Skill Pustakawan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan IAIN Jember ini selain dihadiri oleh Kasi Penelitian dan Pengelolaan HKI Subdit Penelitian dan PkM, Direktorat PTKI Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI Mahrus el-Mawa, juga dihadiri oleh seorang pakar budaya osing. H. Hasan Basri. (Minan Jauhari)


Tag :

Diposting Pada : 29 Juli 2018, 11:00 | Oleh : Admin
Dilihat : 1545