Gemuruh Mahasantri Ma'had Al-Jami'ah UIN KHAS Jember Lantunkan Sholawat Peringati Maulid Nabi

Home >Berita >Gemuruh Mahasantri Ma'had Al-Jami'ah UIN KHAS Jember Lantunkan Sholawat Peringati Maulid Nabi
Gemuruh Mahasantri Ma'had Al-Jami'ah UIN KHAS Jember Lantunkan Sholawat Peringati Maulid Nabi
Preview

Humas - Dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, ratusan Mahasantri Ma'had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember melantunkan sholawat berzanji. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Kiai Haji Achmad Siddiq. Kamis, 28 September 2023 kemarin.

Berdasarkan pantauan Jurnalis Humas di lokasi, lantunan sholawat group Banjari Ma’had Al-Jami'ah yang menggelegar syahdu itu, bak menunjukkan kerinduan yang amat mendalam dan penuh hormat kepada sang Nabi.

Perkumpulan Mahasantri, tenaga pengajar, dan pengurus berbaju serba putih-putih itu, merupakan kegiatan rutinitas dan biasanya dilaksanakan setiap 1 tahun sekali.

Selain diperingati dengan lantunan sholawat, Maulid Nabi kali ini juga diisi kajian Kitab Mukhtarul Ahadist An-Nabawiyah dipimpin Mochammad Ali Zainal Abidin atau biasa disapa Gus Ebid. Ia merupakan Da’i muda, sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Annuriyah Jember yang kesehariannya aktif sebagai penceramah.

Kitab tersebut merupakan kumpulan hadits, berisi pesan nasihat serta suri teladan dari sosok Nabi Muhammad SAW. Mengulas tentang segala aspek kehidupan, sehingga relevan bagi anak muda.

Disampaikan Gus Ebid, pemuda hari ini adalah pemimpin dimasa depan. "Syubbanul yaum rijalul ghot," imbuhnya mengutip pepatah arab sembari menyampaikan beberapa hadits.

Sementara itu, Shirly Yusfi, Mahasantri senior di Ma'had tersebut menyampaikan, peringatan Maulid Nabi yang sekaligus mengulas kumpulan hadits-hadits Nabi merupakan sesuatu yang istimewa.

"Peringatan Maulid Nabi kali ini, isinya daging-daging (Metafora: lengkap atau sesuai keinginan) semua," ucapnya.

Imbuh Shirly, pesan dan ilmu yang disampaikannya Gus Ebid, menjadi bekal sekaligus cambuk dalam usaha meraih cita-cita. Pesan Gus Ebid itu tidak bermakna sederhana. Setidaknya menggambarkan bahwa positioning menjadi pemuda hebat tidak mudah, terlebih jika dipadukan dengan kisah perjalanan sang Nabi ketika masih muda. "Kita seperti belum mengerjakan apa-apa," tukas Shirly tersenyum sembari mengingat beberapa hadits yang telah dipelajari.

 

Penulis: Intan Permatasari

Editor: Dahlan Nur Busri 


Tag :

Diposting Pada : 30 September 2023, 14:08 | Oleh : Admin
Dilihat : 601