Empat Pilar KH Ahmad Siddiq Harus Jadi Prinsip Mahasiswa IAIN Jember
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Prof Babun Suharto, meminta kepada seluruh mahasiswa baru IAIN Jember sebanyak 4117 orang, untuk memegang teguh dan melaksanakan empat pilar yang diamanahkan KH Ahmad Siddiq, dalam kehidupan sehari- hari.
Adapun empat pilar yang selalu diamanahkan oleh KH Ahmad Siddiq adalah salat berjamaah, kemudian memperbanyak membaca Al Quran, lalu memperbanyak membaca salawat, dan terakhir tidak dholim kepada orang lain.
“Empat pilar ini harus selalu dipegang teguh dan diamalkan dalam kehidupan sehari- hari,” pinta Prof Babun.
Untuk itu, lanjut Prof Babun, selama kegiatan PBAK 2019 seluruh peserta wajib melaksanakan salat berjamaah di lokasi PBAK. “Jadi pada saat jam istirahat, Peserta dilarang kembali ke tempat tinggal mereka, dan kita wajibkan untuk melaksanakan salat berjamaah,” terangnya.
Selain itu, Prof Babun juga meminta kepada seluruh mahasiswa baru untuk terus memegang teguh nilai- nilai ajaran Islam Nusantara. “Nilai toleran, kasih sayang, serta selalu menampakkan wajah Islam yang ramah, harus selalu ditunjukkan oleh Mahasiswa baru IAIN Jember. Sesuai visi besar kita yakni Pusat Kajian dan Pengembangan Islam Nusantara” katanya.
Sebelumnya, Saat upacara pembukaan PBAK, sebanyak 4117 mahasiswa baru mendeklarasikan kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ada tiga butir deklarasi yang dibacakan oleh ribuan mahasiswa baru IAIN Jember saat pembukaan PBAK. Pertama, mereka mengakui sebenar- benarnya bahwa Pancasila adalah ideologi Bangsa Indonesia, Undang- Undang Dasar 1945 adalah dasar negara Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan Bangsa Indonesia.
Kedua, mahasiswa baru IAIN Jember akan selalu setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesi, dan menolak keras atas segala tindakan radikalisme, baik atas nama etnis maupun atas nama agama.
Ketiga, mahasiswa baru IAIN Jember akan selalu mengutamakan dan memegang prinsip moderasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagaimana Agama Islam yang Rahmatan Lil Alamin. “Kami siap menjadi lokomotif utama untuk mewujudkan peradaban moderat,” kata mahasiswa dalam deklarasinya. (Humas/ Ahmad Winarno)
Tag :
