Direktur Diktis Membuka Pertemuan LPM PTKIN SE-INDONESIA

IAIN Jember- Direktur Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag RI, M. Arskal Salim GP, membuka acara Pertemuan Lembaga Penjaminan Mutu PTKIN Se Indonesia yang diselenggarakan dikampus IAIN Jember. (12/8/18)
Dalam acara yang dikemas dalam workshop Penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) PTKIN Se-Indonesia ini, Direktur memberikan penegasan kepada semua peserta bahwa desain Rencana Strategis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam seyogjanya harus dapat diarahkan dan didorong pada Mutu, Relevansi dan juga pada Akses. Karenanya Peningkatan mutu menjadi bagian terpenting yang harus dilakukan oleh masing-masing perguruan tnggi.
Khusus menyangkut dengan Mutu dinilai oleh Arskal sejalan dengan seluruh pergerakan dan penguatan yg dilakukan oleh Forum Penjaminan Mutu berkoodinasi dengan Subdit Kelembagaan, utamanya tentang Akreditasi.
Karenanya kegiatan workshop Penyusunan SPMI ini harus menjadi salah satu penguatan untuk mutu menuju akreditasi yg lebih baik yakni bisa membawa perguruan tinggi sebagai Perguruan Tinggi yang unggul/ baik sekali.
“Kita di PTKIN harus menambah asesor di uBAN-PT, agar upaya untuk meng- handle penguatan mutu PTKIN bisa lebih maju dan bersaing terutama APT dan APS, dan juga terutama yg belum terakreditasi”. Tegas Arskal.
Selain itu, Arskal juga menyinggung tetang fenomena Guru Besar di lingkungan PTKIN yg saat dinilai masih jauh dari harapan yang diinginkan. Dikatakan oleh Arskal bahwa semula Diktis telah memberikan target sebanyak pada 450 orang sebagai guru besar, namun target itu ternyata masih jauh dari apa yang telah diharapkannya.
“Direktorat PTKI saat ini sedang berjibaku untuk memenuhi "obsesi" sebagaimana yang telah ditargetkan yakni dengan melakukan program akselerasi Guru Besar yg akan dilaksanakan di PT kawasan Asia Tenggara, Langkah ini besar harapannya dapat menjadi wujud ikhtiar Diktis sehingga kedepan dapat mengangkat martabat PTKIN menjadi yang lebih baik lagi”. Harap Arskal.
Ditempat yang sama, Ketua LPM IAIN Jember, Samsudini menyampaikan penegasan tentang maksud dilaksanakannya kegiatan Penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) PTKIN Se-Indonesia sebagaimana yang telah diselenggarakan di kampus IAIN Jember ini. Menurut Didin kegiatan ini setidaknya dapat enjadi sarana bagi masing-masing utusan PTKIN untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman pengelolaan Sistem penjaminan mutu pengelolaan program studi berdasarkan kebijakan terbaru, selain itu juga bias menjadi sarana bagi masing-masing PTKIN sehingga mampu merancang sistem penjaminan mutu melalui auditor internal yang diharapkan dapat mempercepat dan meningkatkan efektifitas pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik.
Dengan begitu terselenggaranya pertemuan LPM Se Indonesia ini dapat menjadi media terbentuknya sistem penjamin mutu internal yang handal pada setiap institusi pendidikan keagamaan yang ada di Indonesia guna meraih akreditasi unggul bagi setiap prodi dan institusinya masing-masing. (Minan Jauhari/Wildan)
Tag :
